Kamis, 20 Juni 2013

KISAH, RAHASIA DI BALIK JILBAB NUR ANNISA

Ilustrasi
Kisah ini diceritakan oleh seorang kawan. Semoga berguna bagi yang membacanya, terutama kaum Hawa, bagi yang punya istri, yang punya anak perempuan, adik perempuan, saudara perempuan, kakak perempuan, yang masih punya Ibu, yang punya keponakan perempuan, dst.
Sahabatku menceritakan:
Ini tentang adikku Nur Annisa, gadis yang baru beranjak dewasa namun rada bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Rabu, 19 Juni 2013

BERHIJAB

Sebagai umat muslim yang taat tentunya akan menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan sesuai petunjuk Allah SWT. Berhijab adalah salah satu bentuk ketaatan umat muslim dalam menjalankan ibadahnya secara kafah. Pemakaian hijab sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW. secara detil dan jelas, sehingga tidak perlu lagi diperdebatkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menjalankannya secara benar, ikhlas dan sabar.

Senin, 17 Juni 2013

BERANGKAT HAJI TERGANTUNG NASAB, NISAB DAN NASIB

Ibadah haji merupakan hal yang unik sehingga seorang Muslim yang berangkat haji tergantung nasab, nisab, dan nasib. Untuk itu, apabila ada calon haji (calhaj) yang ditunda pemberang-katannya untuk tetap bersabar. "Nisab itu kemampuan untuk berangkat.
Alhamdulillah Kab. Bandung saat ini sudah ada 18.211 orang yang mendaftar haji sehingga daftar tunggunya sampai tahun 2021," kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) jabar, KH. Sofyan Yahya, dalam pembukaan manasik haji di Masjid Agung Alfathu, Selasa (18/6).

Sabtu, 15 Juni 2013

CARA JITU MENANGKAP SEBUAH PESAN DAN NILAI ALQURAN

Ilustrasi: Kitab Suci Al Quran
Perlu ada upaya untuk menggiatkan tadabur, seperti menggalakkan kegiatan mengaji di masjid dan mushala. 
Meski bersyarat, tadabur lebih fleksibel dari tafsir. Ribuan orang menghadiri acara tadabbur Alquran di Istiqlal. Mereka berdatangan dari sekitar Jabodetabek. Semuanya duduk ber sila mendengarkan pemahaman dan perenungan Alquran dari Ketua Lembaga Tadabur Alquran Internasional Syaikh Nasir Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (2/6).

KRIMINAL ATAU PAHLAWAN

Membaca judul di atas, benak kita pasti penuh tanda tanya, tertarik, atau bahkan langsung ngeh karena terdapat dua kata yang paradoksi. Untuk tidak menimbulkan tanda tanya berkepanjangan baiknya kita simak tulisan Saudara Jakob Sumardjo dengan judul di atas yang dimuat di Harian Kompas pada tanggal 22 Januari 2011. Karena esensinya berbobot, masih valid dengan situasi terkini dan cukup menarik untuk dijadikan bahan renungan, maka saya reposting untuk Pembaca yang belum berkesempatan menelaahnya.

Jumat, 14 Juni 2013

PENTINGNYA MEMBANGUN SIKAP RESPEK

Seorang teman penulis yang saya kenal baik prestasinya suatu hari bercerita tentang undangan mengisi kultum Ramadhan di salah satu stasiun televisi swasta. Akan tetapi, keriangan dan cahaya di matanya berbeda saat beberapa hari kemudian kami bertemu.
Selidik punya selidik, perubahan suasana hatinya berawal ketika memasuki ruang rias sebelum syuting dilakukan. Di ruangan itu, dia bertemu dua perias (penata make up) dari sebuah merek kosmetik tradisional Indonesia yang terkenal. Namun, meski telah mengambil posisi duduk, tak ada satu pun yang menghampiri.

Rabu, 12 Juni 2013

TANDA-TANDA HATI YANG MATI

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Sahabatku yang budiman, inilah diantara tanda-tanda hati yang mati:
1.  "Tarkush sholah"; berani meninggalkan sholat fardhu
2. "Adzdzanbu bil farhi"; tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS 7:3)

BERDOA DI ANTARA ADZAN DAN IQOMAH

Waktu jeda antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon.