Jumat, 05 April 2013

RSAU Dr. M. SALAMUN BUKA UNIT PELAYANAN CUCI DARAH


Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien penderita kelainan fungsi ginjal dan darah, RSAU Dr. M. Salamun pada hari Kamis tanggal 4 April 2013 secara resmi membuka layanan baru Unit Hemodialisis (Cuci Darah).
Pelayanan ini mencakup pasien TNI/TNI AU beserta keluarganya, Pegawai Negeri Sipil dengan Asuransi Kesehatannya, Kontraktor, Jamkesmas/Jamkesda, dan masyarakat Umum. Kolonel Kes. Dr. H. R. M. Daradjat, SpAn selaku Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. M. Salamun menyampaikan bahwa sebagai Rumah Sakit Type B dengan kapasitas hampir 200 tempat tidur terpasang secara konsisten berusaha meningkatkan kwalitas pelayanan agar dapat memperpanjang harapan hidup pasien.

Untuk dapat membuka unit pelayanan ini tentunya tidak mudah karena harus dilandasi komitmen pimpinan, memerlukan dana, persiapan ruangan beserta fasilitas pendukung yang memadai terutama ketersediaan air yang lancar, listrik yang handal, unit peralatan hemodialisisnya sendiri harus compatible, serta tenaga pelaksana yang terampil.
Untuk tenaga dokter dan perawat khusus yang menangani Cuci Darah ini telah diberi pelatihan yang lamanya lebih dari tiga bulan.  Dalam pembentukan tenaga terampil ini RSAU Dr. M. Salamun bekerja sama dengan Rumah Sakit Ginjal Habibie yang sudah banyak pengalaman dalam penanganan gagal ginjal.
Rumah Sakit ini secara bertahap juga sedang melaksanakan pembenahan di segala bidang. Contohnya dapat dilihat; dari depan tampilan Gerbang Rumah Sakit cukup megah, tempat tunggu pasien diperluas, lapangan parkir ditata ulang, dan taman sedang dibenahi agar tampak asri. Selain dari sisi fisik, tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan manajemen terus dididik serta diberi izin untuk meningkatkan keterampilannya. Pelatihan-pelatihan telah diprogramkan oleh Bagian Pembinaan Kompetensi Pelayanan Kesehatan (Diklat Rumah Sakit).
Kepala Unit Hemodialisis Mayor Kes. Dr. Haneng Marisangan, SpPD sangat merasa bersyukur dengan diresmikannya unit ini. Sebenarnya sampai dapat beroperasinya unit ini, telah dirintis dan dipersiapkan dengan menggunakan daya yang ada dan memakan waktu yang cukup lama, termasuk penyelesaian rekomendasi dan perijinan dari fihak terkait.
Peresmian Unit Hemodialisis ini dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Dr. R. Bambang Hendro, MS.
Dalam sambutanya Kepala Dinas memberi arahan bahwa; RSAU dr.M.Salamun sebagai pelaksana teknis Dinas Kesehatan Angkatan Udara merupakan ujung tombak bagi pelayanan kesehatan prajurit beserta keluarga besarnya dan mempunyai tugas terhadap dukungan kesehatan operasi TNI/TNI AU khususnya di wilayah Bakorda atau Gartap II Bandung.
Dengan Idle Capacity yang ada maka berdasarkan Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit mempunyai kewajiban melayani masyarakat umum dengan berpedoman pada standard yang berlaku.
Unit ini juga harus dioptimalkan dengan cara membuka kerjasama dengan Rumah Sakit lain dalam rangka alih teknologi kedokteran.
Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan menghimbau agar SDM yang terkait dapat meningkatkan dan memelihara profesionalismenya.
Dalam hal menyambut pemberlakuan Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS diharapkan semua insan kesehatan dapat memberikan Pelayanan Prima, apalagi peraturan ini akan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014.
Dalam mengakhiri sambutannya Kepala Dinas mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua komponen dan fihak-fihak yang terkait sehingga Unit Hemodialisis dapat beroperasi.
Acara dilanjutkan dengan pernyataan peresmian Unit Hemodialisis dan bangunan Gerbang Masuk Rumah Sakit dilanjutkan  peninjauan ke lokasi sambil beramah-tamah dengan staf Rumah Sakit dan Tamu Undangan.
Testimoni dari beberapa pasien cuci darah yang ditangani merasa puas dengan keramahan para dokter dan perawatnya. Mengenai peralatan dan obat-obatan yang digunakan mereka berkomentar cukup memenuhi standar sehingga tidak merasa ragu.
Sementara waktu paginya di tempat lain yaitu di Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit yang lokasinya masih satu komplek dengan Rumah Sakit, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI I. B. Putu Dunia selaku Ketua Pembina Yayasan Adi Upaya meresmikan bangunan dua lantai Asrama Puteri “Arimbi” milik Poltekkes TNI AU yang berlokasi di Puncrut.
Menurut Ketua Yayasan Adi Upaya Marsda TNI (Purn) Sudjadijono, SE, MM, pembangunan asrama ini dibiayai sepenuhnya oleh yayasan.  Bangunan yang dapat menampung 168 orang mahasiswa ini dapat membantu ketenangan belajar, mahasiswa tidak mencari-cari kontrakan lagi sehingga dapat berkonsentrasi pada mata pelajaran.
Sejarah pendirian dan keberadaan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit ini tidak terlepas dari campur tangan RSAU Dr. M. Salamun sebagai pendiri yang saat itu masih berstatus sebagai Sekolah Perawat Kesehatan yang kemudian ditingkatkan menjadi Akademi Keperawatan. Dengan perubahan regulasi pengelolaan pendidikan tinggi ilmu kesehatan, maka status Akper dilimpahkan pengelolaannya kepada Yayasan Adi Upaya. Sehingga tidak mengherankan apabila Kepala Rumah Sakit masih ada kedekatan hubungan dengan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit apalagi berkedudukan pula sebagai salah satu Dewan Penyantun.
Keberadaan sekolah kesehatan dimanapun berada memang tidak mungkin lepas hubungan dengan Rumah Sakit atau sarana kesehatan lainnya sebagai tempat mengasah keterampilan bidang kesehatan.
Selamat. Doc.by Bio.